Skip ke Konten

Dari Realitas Pendidikan hingga Peran Program Studi, SEMA Fakultas Tarbiyah Gelar Seminar Pendidikan

21 Oktober 2026 oleh
IAIN Parepare, Hafis
| Belum ada komentar

Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare - Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare menggelar Seminar Pendidikan pada 21 Oktober 2026 di Fakultas Tarbiyah. Mengangkat tema “Pendidikan Indonesia dalam Sorotan: Sejauh Mana Program Studi Menjawab Realitas Pendidikan”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan refleksi kritis mengenai kondisi pendidikan Indonesia sekaligus peran program studi dalam merespons berbagai tantangan pendidikan saat ini.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, DEMA Fakultas Tarbiyah, HMPS lingkup Fakultas Tarbiyah, serta pengurus SEMA Fakultas Tarbiyah. Seminar diawali dengan pengantar moderator, dilanjutkan dengan pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab yang membahas keterkaitan antara pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Seminar ini tidak hanya membahas kondisi pendidikan secara umum, tetapi juga mendorong peserta untuk melihat kembali sejauh mana program studi mampu mempersiapkan mahasiswa menghadapi berbagai persoalan pendidikan. Dialog yang berlangsung menjadi ruang bagi mahasiswa, program studi, dan pimpinan fakultas untuk menyampaikan pandangan serta membangun refleksi bersama.

Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Ahdar, M.Pd.I., yang hadir sebagai pemateri menekankan pentingnya menjadikan realitas pendidikan sebagai bagian dari refleksi dalam proses akademik. Menurutnya, pendidikan di perguruan tinggi perlu memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak boleh berjalan sendiri tanpa melihat realitas pendidikan yang ada di masyarakat. Program studi harus mampu membekali mahasiswa dengan pengetahuan sekaligus kemampuan untuk membaca, memahami, dan menjawab persoalan pendidikan yang terus berkembang,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis terhadap berbagai persoalan pendidikan. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan kondisi nyata di lapangan.

Sementara itu, Ketua SEMA Fakultas Tarbiyah, Husnul Khatimah, menyampaikan bahwa seminar tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan melihat pendidikan dari perspektif yang lebih kritis. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam membahas persoalan pendidikan penting untuk membangun kepedulian sekaligus kesadaran terhadap kondisi pendidikan Indonesia.

“Seminar ini kami hadirkan sebagai ruang untuk berdiskusi dan melihat kembali realitas pendidikan Indonesia. Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga mampu memberikan gagasan dan melihat bagaimana program studi dapat menjawab kebutuhan pendidikan di masyarakat,” ungkap Husnul.

Diskusi yang berlangsung juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai berbagai tantangan pendidikan serta kontribusi yang dapat dilakukan oleh program studi. Ruang dialog tersebut diharapkan dapat mempertemukan perspektif mahasiswa dengan pengalaman dan pandangan pimpinan fakultas.

Melalui Seminar Pendidikan ini, SEMA Fakultas Tarbiyah mendorong terbentuknya budaya akademik yang lebih kritis, reflektif, dan responsif terhadap perkembangan pendidikan. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi menjadi pemantik bagi mahasiswa dan program studi untuk terus mengevaluasi serta memperkuat perannya dalam menjawab realitas pendidikan Indonesia. (hfs) 

IAIN Parepare, Hafis 21 Oktober 2026
Share post ini
Label
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar