Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare - Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare, Dr. Ahdar, M.Pd.I., tampil sebagai presenter dalam Kalijaga International Conference on Islamic Education (KAICIE) 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Rohan Yogyakarta, 7–8 Oktober 2026.
Dalam forum tersebut, Dr. Ahdar mempresentasikan paper berjudul “Formulating a Conceptual Model for Gender-Responsive Pesantren through Reproductive Health Education and Islamic Critical Theory.” Paper tersebut mengangkat gagasan mengenai pengembangan model pesantren yang responsif gender melalui pendidikan kesehatan reproduksi dan perspektif Islamic Critical Theory.
Presentasi tersebut menjadi bagian dari sesi Parallel Session (Paper Presentation) yang memberikan ruang kepada para akademisi untuk memaparkan hasil kajian dan gagasan akademik di hadapan peserta konferensi.

Dalam pemaparannya, Dr. Ahdar menekankan pentingnya pengembangan pendidikan pesantren yang mampu merespons kebutuhan peserta didik sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.
“Pesantren memiliki posisi penting dalam membentuk pengetahuan, karakter, dan kehidupan sosial peserta didik. Karena itu, pengembangan model pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan peserta didik menjadi hal yang penting untuk terus dikaji,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa kajian tersebut mencoba mempertemukan pendidikan kesehatan reproduksi dengan perspektif kritis dalam pendidikan Islam. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan model pendidikan pesantren yang lebih kontekstual.
“Pendidikan kesehatan reproduksi perlu ditempatkan dalam kerangka pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Karena itu, kita perlu membangun pendekatan yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan kontekstual dengan kehidupan santri,” ungkap Ahdar.
KAICIE 2026 sendiri mengusung tema “Envisioning Islamic Education for Sustainable Future: Bridging Faith, Technology, and Global Challenges” dan menghadirkan berbagai kajian mengenai pendidikan Islam, transformasi teknologi, kecerdasan buatan, pendidikan lingkungan, moderasi beragama, serta isu kontemporer dalam pendidikan madrasah dan pesantren.
Melalui presentasi tersebut, Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare turut mengambil bagian dalam diskursus akademik mengenai pengembangan pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan. (hfs)