Skip ke Konten

Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare Dorong Pengurangan Kesenjangan melalui Pendampingan kepada Guru Madrasah 3T dalam Penyusunan Evaluasi Pembelajaran KBC Berbasis AI

7 Agustus 2026 oleh
IAIN Parepare, Hafis
| Belum ada komentar

Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare - Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pendampingan Guru Madrasah pada Daerah 3T dalam Penyusunan Evaluasi Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta Menggunakan AI” di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto, Kamis, (06/08/2026).

Kegiatan yang bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto tersebut diikuti sekitar 30 guru madrasah dari wilayah 3T. Program ini menjadi bagian dari kontribusi Fakultas Tarbiyah dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto, Dr. H. Ahmad Jailani, S.Ag., M.A. Melalui pendampingan ini, para guru memperoleh penguatan sekaligus praktik langsung pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran yang selaras dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Peserta diarahkan menggunakan AI untuk membantu merancang instrumen evaluasi, mengembangkan pertanyaan, serta menyesuaikan bentuk penilaian dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Namun, pemanfaatan teknologi tetap menempatkan guru sebagai pengambil keputusan utama dalam proses evaluasi.

Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Ahdar, M.Pd.I., menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas guru di wilayah 3T menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan.

“Guru di wilayah 3T harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh penguatan kompetensi dan mengikuti perkembangan teknologi pendidikan. Melalui kegiatan ini, kami ingin AI dimanfaatkan secara bijak untuk membantu pekerjaan guru, tanpa menghilangkan peran utama pendidik dalam membimbing dan memahami kebutuhan peserta didik,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kementerian Agama perlu terus diperkuat agar program pengabdian tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata guru dan madrasah di daerah.

Selama kegiatan, peserta terlihat antusias mengikuti diskusi dan praktik penggunaan AI. Teknologi tersebut dinilai dapat membantu guru bekerja lebih efektif dalam menyusun evaluasi dan administrasi pembelajaran sehingga waktu yang tersedia dapat lebih banyak diarahkan pada pendampingan siswa dan peningkatan kualitas pembelajaran.

Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pengembangan profesional bagi guru madrasah di wilayah 3T. Keterbatasan geografis diharapkan tidak menjadi hambatan bagi pendidik untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan pendidikan.

Melalui kegiatan PkM ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare menegaskan komitmennya untuk mendukung pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan melalui penguatan kompetensi guru serta pemanfaatan teknologi secara adaptif dan bertanggung jawab. (ya) 

IAIN Parepare, Hafis 7 Agustus 2026
Share post ini
Label
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar