Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare - Program Studi Tadris Matematika IAIN Parepare kembali mencatat prestasi melalui lima mahasiswa yang berhasil meraih empat medali dalam Festival ADMAPETA Tahun 2026. Dari 14 cabang lomba yang dipertandingkan dalam festival tersebut, mahasiswa Tadris Matematika berpartisipasi pada empat cabang dan berhasil membawa pulang dua medali perak serta dua medali perunggu.
Empat cabang lomba yang diikuti mahasiswa Tadris Matematika meliputi Lomba Karya Ilmiah Pendidikan Matematika, Lomba Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) SMP, Lomba Poster Matematika Integratif, dan Lomba Konten Matematika TikTok. Keikutsertaan tersebut melibatkan lima mahasiswa, dengan cabang LKPD SMP diikuti secara tim oleh Andi Fadia Abdullah dan Lisdayanti.
Pada Lomba Karya Ilmiah Pendidikan Matematika, Suci Alisyia berhasil meraih medali perak. Sementara itu, Andi Fadia Abdullah dan Lisdayanti meraih medali perak melalui karya LKPD SMP. Adapun Zaskia Arini memperoleh medali perunggu pada Lomba Poster Matematika Integratif, sedangkan Andini meraih medali perunggu pada Lomba Konten Matematika TikTok.

Capaian tersebut menunjukkan keberagaman karya yang dihasilkan mahasiswa Tadris Matematika. Tidak hanya melalui karya ilmiah, mahasiswa juga mengembangkan kemampuan dalam menyusun perangkat pembelajaran, menyajikan konsep matematika melalui media visual, serta memanfaatkan platform digital sebagai ruang untuk menghadirkan konten pembelajaran matematika.
Keikutsertaan mahasiswa dalam Festival ADMAPETA 2026 mendapat dukungan dari Program Studi Tadris Matematika IAIN Parepare. Ketua Program Studi Tadris Matematika, Dr. Abdillah, M.Pd., memberikan rekomendasi kepada mahasiswa untuk mengikuti ajang tersebut sebagai sarana pengembangan kemampuan akademik, kreativitas, inovasi pembelajaran, dan prestasi mahasiswa. Dalam proses persiapannya, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan dari Hafis, M.Pd., selaku pembimbing.
Dalam keterangannya, Dr. Abdillah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswa. Menurutnya, kompetisi menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menguji hasil belajar yang diperoleh selama mengikuti proses perkuliahan.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi Program Studi Tadris Matematika. Kami terus mendorong mahasiswa untuk berani mengikuti berbagai kompetisi dan menghasilkan karya. Setiap kompetisi bukan hanya tentang memperoleh juara, tetapi juga menjadi proses untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan pengalaman mahasiswa,” ungkap Abdillah.
Ia juga berharap capaian tersebut dapat mendorong mahasiswa lainnya untuk memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan diri melalui kegiatan akademik maupun kompetisi. Menurutnya, mahasiswa Tadris Matematika perlu memiliki kemampuan yang tidak hanya kuat dalam penguasaan konsep matematika, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi dalam pembelajaran.
Salah satu peraih medali perak, Suci Alisyia, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian yang diperoleh dalam Festival ADMAPETA 2026. Baginya, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras, dukungan keluarga, serta bimbingan dari dosen.
“Tentu sangat bersyukur bisa meraih Medali Perak di Festival ADMAPETA 2026 ini. Ini adalah buah dari kerja keras, doa orang tua, dan bimbingan dari Hafis, M.Pd.. Medali ini bukan akhir, tetapi justru awal tanggung jawab baru bagi saya,” ungkap Suci Alisyia.
Suci juga berkomitmen untuk tidak berhenti pada pencapaian di ajang kompetisi. Ia berencana mengembangkan karya yang telah diikutsertakan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam konteks pembelajaran di sekolah.
“Rencana selanjutnya, saya ingin mengembangkan karya ini lebih lanjut agar bisa benar-benar diterapkan di sekolah, bukan hanya menjadi arsip lomba. Saya juga berharap bisa memotivasi teman-teman lain bahwa mahasiswa pendidikan matematika juga bisa berprestasi dan berkarya di tingkat nasional,” lanjutnya.
Festival ADMAPETA 2026 menjadi ruang kompetisi bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam bidang matematika dan pendidikan matematika. Beragam cabang yang dipertandingkan mencakup karya ilmiah, alat peraga, LKPD, poster, media pembelajaran berbasis teknologi, video pembelajaran, hingga konten matematika pada berbagai platform digital.
Melalui capaian tersebut, Program Studi Tadris Matematika IAIN Parepare terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan potensi, menghasilkan karya, dan berani berkompetisi di tingkat nasional. Prestasi lima mahasiswa dalam Festival ADMAPETA 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik almamater. (hfs)