Skip ke Konten

Mahasiswa dan Dosen Tadris IPS IAIN Parepare Gelar Pengabdian Masyarakat, Tanamkan Harmoni Kearifan Lokal Bugis sebagai Perekat Sosial

13 Januari 2026 oleh
IAIN Parepare, Hafis
| Belum ada komentar

Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare - Mahasiswa dan Dosen Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Angkatan 2023 Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Harmoni Kearifan Lokal Bugis sebagai Perekat Sosial dan Integrasi Bangsa”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 12–13 Januari 2025, bertempat di UPTD SD Negeri 10 Model Parepare.

Kegiatan PKM ini bertujuan menanamkan pemahaman kepada peserta didik kelas V Sekolah Dasar mengenai pentingnya harmoni kearifan lokal Bugis sebagai dasar pembentukan sikap sosial serta penguatan integrasi bangsa. Melalui pendekatan kontekstual, mahasiswa memperkenalkan nilai-nilai Papaseng Bugis dan kisah keteladanan Nene Mallomo yang disandingkan dengan pengenalan, pembacaan, serta penulisan huruf Lontara sebagai bagian dari muatan lokal. Peserta didik tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga melakukan praktik langsung membaca dan menulis huruf Lontara, sehingga diharapkan mampu memahami sekaligus menerapkan nilai-nilai kearifan lokal Bugis dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh enam orang mahasiswa Tadris IPS, yakni Sugi, Sahir, Rahmatan, Dwi Ariyani Agfina Putri, dan Hanisah, dengan pendampingan dosen pembimbing Hasmiah Herawaty, M.Pd., Jumaisa, M.Pd., dan Nasruddin, M.Pd. Kegiatan turut melibatkan pihak sekolah, guru, serta peserta didik UPTD SD Negeri 10 Model Parepare.

Pada hari pertama, Senin (12/1), kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan, dilanjutkan dengan pengenalan nilai-nilai Papaseng Bugis dalam kehidupan sosial anak sekolah dasar. Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian cerita rakyat Bugis tentang kisah Nene Mallomo yang sarat dengan nilai kejujuran dan keadilan, diselingi dengan sesi ice breaking untuk menjaga antusiasme siswa, serta ditutup dengan evaluasi. Hari kedua, Selasa (13/1), difokuskan pada penerapan nilai-nilai Papaseng Bugis dalam kehidupan sosial anak melalui media pembelajaran interaktif, permainan edukatif, evaluasi, dan penutupan kegiatan.

Sugi selaku pemateri menyampaikan bahwa pengenalan kearifan lokal Bugis sejak dini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter sosial anak. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Papaseng Bugis mengajarkan kejujuran, tanggung jawab, serta rasa hormat kepada sesama. "Apabila nilai-nilai tersebut ditanamkan sejak bangku sekolah dasar, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan mampu hidup rukun dalam keberagaman", ungkapnya.

Kepala UPTD SD Negeri 10 Model Parepare, Ika Karmila Rachman, S.Pd., turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. "Kegiatan PKM ini sangat bermanfaat karena muatan lokal, khususnya huruf Lontara dan nilai budaya Bugis, mulai terpinggirkan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Melalui kegiatan ini, peserta didik kembali dikenalkan pada jati diri serta budaya daerahnya", ujarnya.

Dosen pembimbing Hasmiah Herawaty, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan PKM ini merupakan wujud implementasi kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada mata kuliah Multikultural dan Integrasi Nasional. "Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di lapangan sebagai upaya pelestarian kearifan lokal Bugis yang sarat dengan nilai budaya tinggi dalam mendukung integrasi nasional", ungkap Hasmia dengan tegas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Tadris IPS IAIN Parepare diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan budaya, serta mampu berkontribusi nyata dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai fondasi persatuan dan integrasi bangsa. (hfs)


IAIN Parepare, Hafis 13 Januari 2026
Share post ini
Label
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar