Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare - Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare menerima kunjungan akademik dari rombongan Mahkamah Lughah Ma’had Aly As’adiyah Sengkang pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Fly Over Rektorat IAIN Parepare tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi akademik sekaligus membangun kolaborasi dalam pengembangan pembelajaran dan penelitian bahasa Arab di Indonesia.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare, Dr. Ahdar, M.Pd.I, yang mewakili Rektor IAIN Parepare, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab M. Taufiq Hidayat Pabbajah, M.A, para dosen, mahasiswa PBA, serta pengurus dan anggota Mahkamah Lughah Ma’had Aly As’adiyah Sengkang.
Dalam sambutannya, Dr. Ahdar, M.Pd.I menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan Mahkamah Lughah. Menurutnya, kunjungan akademik seperti ini merupakan bagian penting dalam memperkuat jejaring antarlembaga pendidikan Islam serta menjadi ruang bertukar pengalaman dan inovasi dalam pengembangan bahasa Arab.

“Kami menyambut dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan atas kehadiran keluarga besar Mahkamah Lughah Ma’had Aly As’adiyah Sengkang di IAIN Parepare. Semoga silaturahmi akademik ini menjadi awal lahirnya berbagai bentuk kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Bahasa Arab adalah bahasa peradaban yang akan terus berkembang apabila dibangun melalui kerja sama dan semangat saling belajar,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Parepare, M. Taufiq Hidayat Pabbajah, M.A, mengajak mahasiswa untuk melihat bahasa Arab tidak hanya sebagai bahasa agama, tetapi juga sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan budaya yang terus berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Dalam arahannya, ia menjelaskan bahwa Prodi PBA IAIN Parepare saat ini tengah mengembangkan riset mengenai akulturasi bahasa Arab dan budaya lokal, khususnya di Sulawesi Selatan. Menurutnya, banyak kosakata, tradisi, dan ekspresi budaya masyarakat Bugis yang menunjukkan jejak interaksi panjang dengan bahasa Arab sejak proses Islamisasi Nusantara.
“Bahasa Arab tidak datang untuk menghapus budaya lokal, tetapi berdialog dan berakulturasi dengannya. Karena itu, penelitian tentang hubungan bahasa Arab dengan budaya Bugis, Makassar, Mandar, maupun budaya lokal lainnya merupakan bidang kajian yang sangat strategis. Mahasiswa PBA harus mampu menjadi peneliti yang mendokumentasikan sekaligus mengembangkan kekayaan tersebut sebagai kontribusi Indonesia bagi khazanah studi bahasa Arab di tingkat internasional,” jelasnya.

Ia juga berharap kunjungan akademik tersebut menjadi awal kolaborasi riset antara Prodi PBA IAIN Parepare dan Mahkamah Lughah Ma’had Aly As’adiyah Sengkang, baik melalui seminar ilmiah, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, maupun penguatan budaya berbahasa Arab (bi’ah lughawiyyah).
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya berdiskusi mengenai pengembangan pembelajaran bahasa Arab, tetapi juga berbagi pengalaman dalam membangun lingkungan berbahasa (Yaumul Lughah), penguatan organisasi kebahasaan, serta peluang kolaborasi akademik pada masa mendatang.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara IAIN Parepare dan Ma’had Aly As’adiyah Sengkang dalam melahirkan inovasi pembelajaran, memperkuat budaya akademik, serta mengembangkan riset-riset yang mengintegrasikan bahasa Arab dengan kekayaan budaya lokal Indonesia.