Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di RA Da’watul Khaerat, Kelurahan Balleangin, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tersebut mengusung tema “Kesiapan Mental dan Kemandirian Anak Menuju Sekolah Dasar”. Pengabdian ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan pendidik mengenai pentingnya mempersiapkan anak memasuki jenjang sekolah dasar, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari aspek psikologis, sosial, dan kemandirian.

Materi kegiatan disampaikan oleh Andi Tien Asmara Palintan, M.Pd., dan Sri Mulianah, M.Pd. Keduanya menekankan bahwa kesiapan anak memasuki sekolah dasar tidak semata-mata diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
“Fondasi utama anak menuju sekolah dasar adalah kematangan emosi, kemampuan mengatur diri, dan kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ketika mentalnya siap dan anak mampu mandiri, ia akan lebih percaya diri serta merasa bahagia dalam mengikuti proses pembelajaran,” jelas tim pemateri.

Dalam sesi edukasi, orang tua dan pendidik memperoleh penjelasan mengenai pentingnya menuntaskan toilet training, membiasakan anak merapikan barang pribadi, serta membantu anak mengelola kecemasan ketika menghadapi lingkungan baru. Materi tersebut juga mendukung gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan tahap perkembangan anak.
Kegiatan pengabdian mendapat sambutan hangat dari pihak yayasan, sekolah, orang tua, dan masyarakat setempat. Ketua Yayasan RA Da’watul Khaerat, Syamsul Bahri, mengapresiasi pemilihan lembaganya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
“Saya sangat senang RA kami menjadi pilihan dari IAIN Parepare. Tema yang dibawakan sangat baik dan relevan dengan kebutuhan anak serta orang tua saat ini,” ungkapnya.

Kepala RA Da’watul Khaerat juga menilai edukasi mengenai kesiapan mental dan kemandirian sangat dibutuhkan oleh satuan pendidikan anak usia dini. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membantu orang tua memahami bahwa kesiapan sekolah merupakan proses yang perlu dibangun secara bertahap.
Selain edukasi bagi orang tua dan pendidik, tim Prodi PIAUD juga menghadirkan simulasi permainan edukatif berbasis kemampuan motorik dan kognitif. Anak-anak mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias melalui suasana belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik usia mereka.
Melalui kegiatan ini, Prodi PIAUD IAIN Parepare berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan proses transisi PAUD ke sekolah dasar yang menyenangkan, inklusif, dan berpihak pada hak-hak anak. (hfs)