Skip ke Konten

Temukan Konsep Matematika dalam Karya Budaya, Tadris Matematika IAIN Parepare Gelar Kunjungan Etnomatematika di Balla Lompoa

19 September 2026 oleh
IAIN Parepare, Hafis
| Belum ada komentar

Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare - Program Studi Tadris Matematika IAIN Parepare melaksanakan kunjungan etnomatematika di Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Jumat, (18/09/2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pembelajaran matematika berbasis budaya melalui pengamatan langsung terhadap karya seni dan arsitektur lokal.

Mengusung tema “Kunjungan Etnomatematika: Karya Seni Balla Lompoa dalam Pembelajaran Matematika”, kegiatan tersebut diikuti oleh dosen Program Studi Tadris Matematika IAIN Parepare bersama mahasiswa semester V. Kunjungan ini menjadi ruang akademik untuk menghubungkan konsep matematika dengan berbagai bentuk budaya yang berkembang di masyarakat.

Balla Lompoa yang dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Kerajaan Gowa memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual bagi peserta. Melalui kegiatan ini, dosen dan mahasiswa mengamati berbagai unsur budaya yang memiliki keterkaitan dengan konsep matematika, seperti pola, bentuk geometris, struktur, serta susunan pada karya seni dan bangunan.

Ketua Program Studi Tadris Matematika IAIN Parepare, Dr. Abdillah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan etnomatematika menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang memperluas cara pandang dalam memahami matematika.

Menurutnya, matematika tidak hanya dipelajari melalui angka, rumus, dan simbol, tetapi juga dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas dan karya budaya masyarakat.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman akademik yang penting karena peserta dapat melihat secara langsung bahwa matematika memiliki hubungan erat dengan kehidupan dan budaya. Konsep matematika dapat ditemukan dalam pola, bentuk, dan struktur yang ada di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta melakukan observasi terhadap berbagai objek budaya di Balla Lompoa. Hasil pengamatan tersebut kemudian didiskusikan untuk mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang dapat dikaji melalui pendekatan etnomatematika.

Kegiatan ini juga menjadi pengalaman awal bagi mahasiswa semester V sebelum menempuh mata kuliah Etnomatematika. Melalui kunjungan lapangan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai bagaimana budaya lokal dapat menjadi sumber pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan bermakna.

Dr. Abdillah menambahkan bahwa hasil kegiatan ini memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bahan ajar, modul pembelajaran, maupun kajian akademik yang mengangkat hubungan antara budaya lokal dan konsep matematika.

“Harapannya, mahasiswa mampu mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih kreatif dan dekat dengan kehidupan nyata. Selain memperkuat pemahaman konsep matematika, pendekatan ini juga menjadi upaya untuk mengenalkan dan menghargai kekayaan budaya lokal,” jelasnya.

Melalui kunjungan etnomatematika di Balla Lompoa, Program Studi Tadris Matematika IAIN Parepare terus mendorong pengembangan pembelajaran matematika berbasis budaya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. (azm)

IAIN Parepare, Hafis 19 September 2026
Share post ini
Label
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar