Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Parepare mengembangkan pembelajaran Maharah al-Kitābah berbasis proyek bersama pimpinan dan guru Pondok Pesantren Nurul Azhar Talawe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu, 29 Juli 2026.
Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Herdah, M.Pd., tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya memperkuat kualitas pembelajaran keterampilan menulis bahasa Arab di lingkungan pesantren.
Melalui kolaborasi ini, tim pengabdian memberikan pendampingan kepada guru dalam merancang pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Model berbasis proyek dipilih agar santri tidak hanya memahami kaidah bahasa, tetapi juga mampu menggunakan bahasa Arab secara aktif dan produktif melalui karya tulis.
Tahap awal kegiatan diisi dengan diskusi bersama pimpinan dan guru Pondok Pesantren Nurul Azhar Talawe. Forum tersebut membahas kondisi pembelajaran yang selama ini diterapkan, kebutuhan guru, karakteristik santri, serta berbagai kendala dalam pengajaran keterampilan menulis bahasa Arab.

Hasil diskusi kemudian menjadi dasar penyusunan perangkat pembelajaran secara kolaboratif. Tim dosen dan guru merancang capaian pembelajaran, aktivitas proyek, serta instrumen penilaian yang memperhatikan proses maupun hasil belajar santri.
Dalam penerapannya, santri akan diarahkan menghasilkan berbagai karya tulis berbahasa Arab dengan tema kehidupan sehari-hari, lingkungan pesantren, dan nilai-nilai keislaman. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis sekaligus mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian belajar.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Herdah, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Prodi PBA IAIN Parepare dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan Islam.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, kami berharap lahir model pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis bahasa Arab santri, tetapi juga memperkuat kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren menjadi langkah strategis untuk menghasilkan praktik pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
Kepala Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Azhar Talawe, Muhammad Nasrul, S.Ag., M.Pd., menyambut baik pendampingan yang dilakukan oleh tim pengabdian. Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada tahap perancangan, tetapi dilanjutkan melalui penerapan model pembelajaran dan evaluasi secara berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi pendampingan dari tim PBA IAIN Parepare. Model pembelajaran ini diharapkan dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran menulis bahasa Arab yang lebih menarik, terarah, dan mampu meningkatkan keterlibatan santri,” ungkapnya.
Model pembelajaran yang telah dirancang selanjutnya akan diterapkan secara bertahap dengan pendampingan dari tim pengabdian. Hasil penerapannya diharapkan dapat menjadi model pembelajaran Maharah al-Kitābah yang efektif, adaptif, dan dapat dikembangkan oleh pesantren maupun lembaga pendidikan lainnya. (hfs)