Skip ke Konten

Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare Dampingi Guru Madrasah Daerah 3T Menyusun Perangkat Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta Menggunakan AI

29 Juli 2026 oleh
IAIN Parepare, Hafis
| Belum ada komentar

Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare - Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk "Pendampingan Guru Madrasah pada Daerah 3T dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Menggunakan Artificial Intelligence (AI)". Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 29–30 Juli 2026, sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru madrasah dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara bijaksana untuk mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
Kegiatan dilaksanakan secara daring dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare, Dr. Ahdar, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence, harus disikapi secara positif tanpa menghilangkan peran utama seorang pendidik.
"AI hanyalah alat yang membantu. Gurulah yang tetap menentukan arah pembelajaran, mengambil keputusan, dan mengendalikan seluruh proses pendidikan. Teknologi tidak dapat menggantikan nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki oleh seorang guru," ungkapnya.
Pada hari pertama, tema kegiatan berfokus pada Optimalisasi Managemen Pembelajaran melalu Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Menggunakan AI bagi Guru Madrasah. Materi disampaikan oleh Galih Puji Mulyoto, M.Pd., Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pemberian materi terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama membahas Konsep Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah, yang mengulas filosofi, nilai, dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan kasih sayang, penghargaan terhadap peserta didik, serta penguatan karakter.
Selanjutnya, pada sesi kedua, peserta memperoleh pelatihan mengenai Teknik Penggunaan Artificial Intelligence dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai strategi memanfaatkan AI secara efektif untuk membantu menyusun modul ajar, tujuan pembelajaran, asesmen, hingga perangkat pembelajaran lainnya tanpa mengesampingkan kreativitas dan profesionalisme guru.
Kegiatan ini diikuti oleh 144 guru madrasah secara daring yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, di antaranya Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, dan Kabupaten Bone. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi diskusi, tanya jawab, serta praktik penggunaan AI dalam penyusunan perangkat pembelajaran.
Berbagai tanggapan positif juga disampaikan oleh peserta. Mereka menilai bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan guru di era digital, terutama dalam mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru serta keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan madrasah, khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kementerian Agama diharapkan mampu memperkuat kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi secara bertanggung jawab sehingga pembelajaran menjadi lebih inovatif, efektif, dan tetap berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ruh Kurikulum Berbasis Cinta. (ya) 

IAIN Parepare, Hafis 29 Juli 2026
Share post ini
Label
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar