Skip ke Konten

Kuliah Tamu Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare Bahas Transformasi Pendidikan Islam dalam Mendukung SDGs

8 Oktober 2026 oleh
Kuliah Tamu Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare Bahas Transformasi Pendidikan Islam dalam Mendukung SDGs
Rismalasari
| Belum ada komentar

Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare menggelar Kuliah Tamu Tahun 2026 dengan mengangkat tema “Transformasi Pendidikan Islam dalam Indonesia Berkelanjutan: Literasi Kritis, Akulturasi, Pengetahuan Lokal dan Riset Berdampak”. Kegiatan berlangsung di Ballroom Laboratorium Terpadu IAIN Parepare, Kamis (1/10/2026).

Kuliah tamu yang berlangsung pukul 09.00–12.30 WITA tersebut diikuti sekitar 600 peserta. Kegiatan turut dihadiri Rektor IAIN Parepare, Wakil Rektor I, Dekan Fakultas Tarbiyah, para Wakil Dekan, ketua program studi, serta dosen Fakultas Tarbiyah.

Tiga akademisi hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, yakni Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I. dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dr. Samsul Maarif, M.A. dari Universitas Gadjah Mada, dan Dr. Andi Muhammad Asbar, M.Pd. dari IAIN Parepare.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah hadir dan berbagi pengetahuan dengan sivitas akademika Fakultas Tarbiyah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah meluangkan waktu untuk hadir di Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare. Kami berharap kuliah tamu ini dapat memperluas wawasan mahasiswa dan dosen sekaligus mendorong lahirnya pemikiran serta riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Dekan.

Dalam pemaparannya, Prof. Ngainun Naim menekankan pentingnya menjadikan literasi sebagai budaya dalam lingkungan pendidikan. Menurutnya, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perkembangan informasi dan teknologi digital.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan Studi Islam Indonesia yang mampu mengintegrasikan aspek keilmuan, Islam, dan konteks lokalitas Indonesia. Pendekatan tersebut dinilai penting agar kajian Islam dapat lebih membumi sekaligus tetap relevan dengan dinamika dan tantangan zaman.

Sementara itu, Dr. Samsul Maarif membahas konsep decolonizing knowledge dan Indigenous Religion Paradigm. Dalam paparannya, ia mendorong hadirnya cara pandang yang lebih terbuka terhadap pengetahuan lokal, termasuk hubungan manusia dengan alam.

Ia juga menekankan pentingnya penelitian yang melibatkan masyarakat secara aktif sebagai bagian dari proses produksi pengetahuan. Dengan demikian, riset tidak hanya menghasilkan pengetahuan secara akademik, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan realitas dan kebutuhan masyarakat.

Narasumber ketiga, Dr. Andi Muhammad Asbar, M.Pd., mengangkat tema pergeseran otoritas keagamaan di era digital dan implikasinya terhadap transformasi pendidikan. Pembahasan tersebut memberikan perspektif mengenai perubahan pola masyarakat dalam memperoleh, memahami, dan menyebarkan pengetahuan keagamaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Beragam perspektif yang disampaikan para narasumber menjadikan kuliah tamu ini sebagai ruang akademik untuk mendiskusikan arah dan masa depan pendidikan Islam. Perubahan teknologi, perkembangan pengetahuan, serta dinamika sosial masyarakat menuntut lembaga pendidikan untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan akar nilai dan konteks lokal.

Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare terus mendorong penguatan pendidikan Islam yang adaptif, kontekstual, kritis, dan berorientasi pada riset yang berdampak bagi masyarakat. Kuliah tamu diharapkan tidak berhenti sebagai forum berbagi gagasan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun tradisi akademik yang responsif terhadap perubahan dan kebutuhan Indonesia di masa depan.

 

Penulis: Rismalasari

Kuliah Tamu Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare Bahas Transformasi Pendidikan Islam dalam Mendukung SDGs
Rismalasari 8 Oktober 2026
Share post ini
Label
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar