Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare - Mahasiswa dan dosen Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Memperkuat Pemahaman Multikultural dan Integrasi Bangsa Melalui Budaya Siri’ Na Pesse”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 27–28 Juli 2026, bertempat di UPT SMP Negeri 1 Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang.
Kegiatan PKM ini bertujuan memperkuat pemahaman multikultural dan integrasi bangsa pada peserta didik melalui pengenalan serta internalisasi nilai budaya lokal Bugis, yakni Siri’ Na Pesse. Nilai siri’ yang bermakna harga diri dan pesse sebagai empati sosial diperkenalkan sebagai landasan pembentukan sikap saling menghormati, toleransi, dan solidaritas di tengah keberagaman budaya.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi dosen tetap program studi (DTPS) Tadris IPS dan mahasiswa angkatan 2023. Tim mahasiswa terdiri atas Dhiva Ramadani, Andi Azzahra, Nurfa Dilla Istiqamah, Sulfika, Nur Aeni, Harum, dan Muhammad Reza, dengan pendampingan dosen Hasmiah Herawaty, M.Pd., Jumaisah, M.Pd., dan Nasruddin, M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh pihak sekolah serta peserta didik UPT SMP Negeri 1 Mattiro Bulu.
Pada hari pertama, Senin (27/7), kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan tim PKM, dilanjutkan dengan pengenalan keberagaman budaya Sulawesi Selatan yang mencakup suku bangsa, bahasa daerah, rumah adat, pakaian adat, dan kesenian daerah. Selanjutnya, peserta didik diperkenalkan pada nilai budaya Siri’ Na Pesse sebagai dasar sikap sosial dan integrasi bangsa, yang kemudian diperdalam melalui diskusi interaktif bersama siswa.

Sementara itu, pada hari kedua, Selasa (28/7), kegiatan difokuskan pada pengenalan aksara Lontara Bugis. Peserta didik diajak melakukan praktik menulis aksara Lontara serta membuat karya sederhana berupa penulisan nama dan cerita pendek. Kegiatan dilengkapi dengan permainan edukatif berbasis kerja sama dan empati, evaluasi, serta penutupan.
Dhiva Ramadani selaku pemateri menyampaikan bahwa pengenalan nilai Siri’ Na Pesse tidak dapat dipisahkan dari pelestarian budaya Bugis secara menyeluruh, termasuk aksara Lontara sebagai warisan intelektual masyarakat Bugis. Menurutnya, nilai Siri’ Na Pesse mengajarkan pentingnya menjaga harga diri, kehormatan, serta menumbuhkan empati dan solidaritas sosial dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa pembelajaran aksara Lontara menjadi sarana konkret untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik.

“Kegiatan menulis aksara Lontara tidak hanya mengajarkan huruf, tetapi juga makna filosofis yang mencerminkan kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, dan kebersamaan. Dengan begitu, siswa dapat mengenal jati diri serta akar budayanya,” ungkap Dhiva.
Kepala UPT SMP Negeri 1 Mattiro Bulu juga menyampaikan bahwa kegiatan PKM ini memiliki sinergi dengan program Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam membumikan budaya Bugis melalui praktik berbahasa daerah. Senada dengan itu, guru pendamping UPT SMP Negeri 1 Mattiro Bulu, Andi Nur Asma, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai sangat membantu sekolah dalam menanamkan pendidikan karakter berbasis budaya lokal kepada peserta didik.

Nasruddin, M.Pd., selaku dosen pendamping lapangan, menegaskan bahwa budaya siri’ dan pesse merupakan warisan budaya Bugis yang sarat makna tentang jati diri. "Nilai-nilai tersebut perlu diperkenalkan, diajarkan, dan dipraktikkan sejak dini agar peserta didik mencintai budayanya sekaligus mendukung pembentukan karakter siswa yang berakhlak dan berjiwa kebangsaan," ungkapnya.
Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan peserta didik UPT SMP Negeri 1 Mattiro Bulu tidak hanya memahami konsep multikultural dan integrasi bangsa secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai budaya lokal Bugis dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan dalam keberagaman. (hfs)