Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Breaking News:

latest

Peroleh IPK 3.99, Tertinggi di Yudisium Tarbiyah, Ratih Bagikan Tips

Dekan Fakultas Tarbiyah, Saepudin memasangkan pin kepada Ratih sarjana yang memperoleh predikat IPK tertinggi. Tarbiyah, Aula Serbaguna...

Dekan Fakultas Tarbiyah, Saepudin memasangkan pin kepada Ratih sarjana yang memperoleh predikat IPK tertinggi.
Tarbiyah, Aula Serbaguna--Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare baru saja menyelesaikan prosesi Yudisium pertama, Januari 2020. Sebanyak 107 mahasiswa dari 3 jurusan dinyatakan telah layak mendapatkan gelar sarjana pendidikan (S.Pd). Namun demikian, dari jumlah itu, terdapat pertanyaan yang sering muncul dari para mahasiswa.

Siapakah sarjana dengan IPK tertinggi?, Terungkap dalam kegiatan Yudisium Tarbiah yang pertama Anak dari Bapak Rahim Saleh dan ibu Basriani mendapatkan predikat tersebut. Namanya Ratih Rahim, lahir di Bojoe, 28 Januari 1997, Ratih tidak menyangka dan bersyukur kepada Allah swt serta kepada orang tua juga karena pencapaian tersebut tidak lepas dari dorongan mereka.

Perempuan yang lahir di bulan Aquarius ini membeberkan tips yang membuatnya bisa meraih predikat tersebut. Ratih Rahim berhasil meraih indeks prestasi tertinggi pada Yudisium pertama Fakultas Tarbiyah yaitu 3,99. Saat ditanya bagaimana perempuan kelahiran Sidrap tersebut mencapai indeks prestasi setinggi itu, sarjana dari Jurusan Pendidikan Agama Islam ini mengaku dalam melakukan semua hal harus berusaha semaksimal mungkin.

“Kira-kira faktor yang mempengaruhi sehingga bisa mencapai predikat tersebut adalah selalu menanamkan kebiasaan berusaha mengerjakan semua hal dengan yang terbaik,” ungkap Ratih.

Di samping itu, faktor yang juga mempengaruhi adalah managemen waktu. Selain kuliah organisasi juga tetap berjalan, kedua hal ini Rati manage dengan baik.

"Menurut saya pribadi dalam menjalankan keduanya memang harus benar-benar sejalan, mulai dari memanage waktu supaya keduanya bisa brjalan dengan baik," Ujarnya.

Ratih ketika ditanya akan melanjutkan kuliahnya ke program magister, menurutnya dengan gelar sarjana ini merupakan awal baginya untuk menuntut ilmu berikutnya.

"Insya Allah saya mau lanjut kuliah program magister, karena menurut saya ini adalah baru awal untuk blajar keilmuan yang lebih dalam dan luas ke depannya" tutupnya. (alli/tar)


2 komentar